Pages

Kamis, 14 Maret 2013

My Daughter Seoyoung



Kdrama ini lumayan panjang, ada 50 episode. Tapi aku tertarik ngikutin ceritanya. Apa aku sanggup nonton sebanyak itu?? Tentu tidak. Aku cuma update artikel tentang kelanjutan ceritanya. Syukur juga ada yang nulis sinopsisnya pakai bahasa Indo jadi sangat membantu. Kekeke. Soalnya kemarin-kemarin baca sinopsis yang pakai bhs Inggris. Deuh...pakai mikir dulu kalo yang ini. 


Pada dasarnya isi ceritanya tentang seorang anak perempuan bernama Seoyoung yang bisa dibilang marah dan kecewa yang sangat besar terhadap ayahnya. Seoyoung berharap ayahnya bisa berubah namun yang ada ayahnya selalu membuatnya terkena masalah. Sampe-sampe Seoyoung mengaku pada keluarga calon suaminya (woo jae) bahwa ayahnya sudah meninggal. Dan Seoyoung pun menjalani pernikahannya dengan menyimpan kebohongan. Tiga tahun pernikahan itu berlalu dan akhirnya terbongkarlah kebohongan Seoyoung. Seoyoung merasa bersalah dan meminta cerai. Walopun awalnya Woo Jae tidak setuju dengan perceraian namun akhirnya Woo Jae mengabulkan keinginan Seoyoung.

Ternyata tiga tahun membuat ayah Seoyoung berubah menjadi orang yang lebih baik. Seoyoung pun mulai bisa menerima ayahnya kembali. Disaat Seoyoung mencoba kembali rukun dengan ayahnya, ayahnya sakit sampai koma karena luka diperutnya yang sudah lama namun tidak kunjung diobati. Luka itu didapat ayah saat menolong Woo jae yang hampir tertabrak mobil. Woo Jae selamat namun ayah terluka.

Woo jae pun terpukul mendengar kondisi ini. Woo Jae berpikir sakit ayah adalah kesalahannya. Namun Seoyoung tidak menyalahkan Woo Jae dan malah menyatakan perasaannya bahwa Seoyoung merindukan Woo Jae setelah mereka bercerai. Woo Jae memang masih mengharapkan Seoyoung dan masih selalu muncul didepan Seoyoung meskipun mereka sudah bercerai. Akhirnya mereka pun bersama kembali. Ayah pun kembali sehat. Happily ever after ^^

Sesimpel itu kah ceritanya? Segampang itu hubungan Woo Jae dan Seoyoung? Tentu tidak. Banyak konflik-konflik menarik di dalamnya. Namanya juga family drama. Tokoh yang diceritakan pun banyaaaakk. Dan kalo aku bilang tautan konflik para tokohnya bisa dibilang ‘loe lagi loe lagi’. Apalagi di drama ini pada intinya ada tiga keluarga. Keluarga Seoyoung (Kang), keluarga Woo Jae (Lee) dan keluarga yang merupakan sahabat keluarganya Woojae (Choi).

Woo Jae shi ^^

Seoyoungi ^^
Kembaran Seoyoung yang namanya Sang Woo awalnya pacaran dengan adik dari Woo jae (namanya Min Kyung). Namun mereka harus berpisah dan Sang Woo menikah dengan anak dari keluarga Choi (Ho Jung) yang pastinya Min Kyung kenal kan. Tapi salutnya Sang Woo dan Min Kyung yang bekerja sebagai dokter di RS yang sama masih berhubungan baik. Tidak ada rasa canggung dan mereka tetap berteman baik, baik dalam hal pekerjaan ataupun kehidupan sehari-hari. Dan kakak dari Ho Jung pun bekerja sebagai dokter di RS yang sama dengan Sang Woo dan Min Kyung. Kalau tidak salah si kakak itu cinta pertamanya Min Kyung. Tu kan, loe lagi loe lagi.
dr. Sang Woo

Ho Jung

dr Min Kyung
Seoyoung bisa dekat dengan Woo jae karena adik laki-laki Woo Jae (namanya Sung Jae). Seoyoung adalah guru les privatnya Sung Jae. Sung Jae anak yang susah diatur dan malas belajar. Namun karena kegigihan Seoyoung, Sung Jae pun berubah menjadi lebih baik. Sung Jae menyukai dunia seni. Beberapa kali dia ikut casting film. Namun akhirnya Sung Jae malah lebih memilih menjadi seorang manager artis daripada menjadi artis.
maknae Sungjae
Selain cerita tentang yang muda yang bercinta juga ada cerita tentang hubungan ayah dan ibu dari keluarga Lee dan Choi. Ayah Lee yang selalu menilai sesuatu dengan uang, bahkan ayah menyetujui hubungan Woo Jae – Seoyoung pun juga dengan perhitungan bisnis. Ibu Lee yang memang menikah dengan ayah karena ‘pernikahan bisnis’ namun sangat menyayangi anak-anaknya.

ibu Choi (kiri), ibu Lee (kanan)
Ada juga ayah dan ibu Choi. Kalau yang ini aku kurang tahu hubungan mereka seperti apa. Tapi sepertinya si ibu kurang menghargai si ayah. 

Selain konflik yang menarik yang aku suka yaaa Woo Jae shi dunk. Kekeke. Udah enak dipandang, perhatian banget kalo sama Seoyoung. Sampe-sampe ibu Lee pun cemburu, kok Woo Jae sangat perhatian dengan istrinya tapi ayah Lee tidak perhatian dengan ibu. Kekeke.

Oiya drama ini bisa nembus rating 45%, yang artinya 45% rakyat Korea nonton drama ini. Gimana gak pada nonton. Tayang hari sabtu dan minggu jam 8 malam. Primetime banget kan.

sumber gambar : Google

Timlo

Berhubung si embak lagi pulkam, jadilah pagi buta si nona diuber-uber si nyonya buat bantuin masak. *si nona? Belagu bangeett ^^. Masak apa ya? Masak timlo yuuuk. Bahan-bahan udah di beli si nyonya dari hari kemarin, jadi pagi-pagi biar gak usah rempong jalan cari sayuran.

Bahannya simple aja. Buat isian ada daging ayam, *biasanya si nyonya suka bagian dada, wortel, daun bawang, seledri dan soun. Buat ukurannya berapa tergantung selera mo bikin banyak apa sedikit. 

Bumbunya ada bawang putih, merica, pala, garam dan minyak buat menumis. Tapi karena si tuan lagi mengurangi minyak jadilah tu bumbu tar gak ditumis sama si nyonya. Oiya takaran bumbu sesuai selera aja ya, daripada ku kasi tahu ternyata salah. Kekeke.

Setelah semua bahan selesai disiapkan, rebus daging ayam. Lalu bawang putih+merica+garam+pala ditumbuk halus. Seharusnya tumis bumbu sampe berasa harumnya lalu masukan wortel+daun bawang+seledri yang sudah dipotong-potong. Setelah campuran bumbu dan wortel cs selesai ditumis campurkan daging ayam beserta kaldunya. Tapi karena si nyonya gak pakai ditumis jadilah tu bumbu yang dihaluskan langsung masuk ke rebusan ayam. Tunggu hingga masakan sedap baunya. Sajikan dengan soun sebagai pelengkap.

Simpel kan masaknya. Tapi kalo ku liat diresep-resep dipostingan-postingan orang ni bumbu agak beda. Pada gak pakai pala mereka. Tapi gak tahu ya kalo si nyonya dari dulu bikin pasti kok pakai pala. Selera mungkin.

Oiya, masih ada tambahan pelengkap lagi tu biasanya. Pakai kentang yang diiris tipis-tipis terus digoreng. Jadinya kayak kentang crispy gitu lah. Tapi berhubung itu hanya pelengkap, si nyonya gak bikin tu kentang. Gak pakai kentang juga udah enak kok. Apalagi kalo makannya sambil kelaparan. Dijamin kurang garam pun tetep nikmaaaatt. Kekeke.

sumber: Google

gambar diatas versi lengkap deh kayaknya. soalnya yang dibikin si nyonya gak selengkap itu isinya. gak pake telur dan jamur (yang item itu kayaknya jamur). dapet gambar ni dari Google soalnya gak sempet pagi-pagi pake acara poto-poto dulu. kekeke...

Rabu, 13 Maret 2013

100

Assalamualaikum...Halo...Annyeong haseyo...Koniciwa...Sawadikap...Bonjour...Selamat siaaaaang...

Belum pernah kan dapat salam pembuka dari ku selama postingan di blog ini? ^^. Trus kenapa salam pembukanya dalam berbagai bahasa? Karena dilihat dari statistik blog ini, pembacanya dari banyak belahan dunia. Aku pun heran kenapa bisa begitu. Mungkin banyak orang yang kesasar kesini alias gak sengaja nemu aja. Kekeke. Yaaa makasih aja buat yang udah mampir ya. Silakan mampir lagi laen waktu.

Postingan kali ini aku mau cerita gimana bisa aku terjebak sebagai blogger. Terjebak dalam dunia tulis menulis yang awalnya aku hindari. Hindari dalam artian ogah menulis untuk dipublikasikan sehingga orang lain bahkan yang tidak aku kenal pun bisa baca. Biasanya sesuatu yang aku tulis hanya dibaca orang-orang tertentu terutama bapak ibu guru / dosen. Kekeke...,yaiyalah itu kan tulisan tentang tugas atau jawaban ujian.

Pertama yang mempengaruhiku ngeblog adalah supermom. Dia senior  ku dalam hal ngeblog, terpaut sekitar enam bulan dihitung dari postingan pertama kami. Tapi waktu awal supermom ngeblog aku belum tertarik. Aku masih kekeh dengan pendirian ‘gak mau tulisan ku dibaca banyak orang’. Tapi suatu hari embun pagi pun juga kena virus ngeblog. Dan dari bujuk rayu dua sohib ku ini, aku pun terbujuk untuk menulis dan membuat blog. Walopun setelah aku ngeblog, embunpagi malah vakum lamaaaaaa banget dari dunia perngeblogan *boso opo ikiii kok perngeblogan ^^.

Awal-awal ngeblog bingung juga gimana merapikan blog biar terlihat cantik. Cari-cari template, pasang pernak-pernik, pilih jenis font, sampe bikin judul buat blog ini apa juga pake bingung. Tapi asyik karena bisa menikmati. Dan semua itu berawal dengan panduan supermom. Supermom pun masih dibilang orang awam waktu itu, jadilah kami bingung berjamaah.

Seperti yang tertulis di paling atas blog ini “My World. It’s all about my interest. Music, book, tv show, drama, movie...and something in my head”. *tapi bisa aja ku ganti sewaktu-waktu ^^. Semua yang aku tulis disini adalah apa yang aku suka. Dengerin musik, mau musik slow sampe keras ayuk aja tergantung mood. Baca buku atau novel baik yang ringan atau agak berat sekalipun. Nonton tv show, drama ataupun movie baik dengan media tv, komputer atau mesti pergi ke bioskop. Dan something in my head, sesuatu yang sedang ku pikirkan atau ingin ku bagi. 

Dan akhirnya hal-hal yang aku suka bisa ku bagi disini. Film-film yang pernah aku tonton, lagu yang sedang ku dengarkan atau drama yang sedang atau pernah ku ikuti bisa ku tulis disini. Lama-lama menulis itu nikmat. Apalagi kalo sedang datang mood dan ide tentang apa yang mau ditulis.

Embunpagi pernah tanya “kenapa kamu bisa terus nulis?”. Dan aku jawab “aku cuma nulis apa yang aku suka. Selama aku gak menikmati objek tulisan ku ya gak ku tulis”. Kekeke. Yaaaa...aku hanya menulis apa yang aku suka. Tapiiiii...ada hal-hal tertentu yang aku sangaaaatt suka tapi tidak aku ungkap disini. Kenapa? Karena aku hanya mau orang-orang tertentu saja yang tahu. Jadi selama aku tidak ingin mengungkap sesuatu maka akupun tidak akan menulis tentang hal itu disini ^^.

Dan kenapa postingan kali ini aku beri judul ‘100’? Yuup....inilah postingan ku yang ke-100. Dimulai Desember 2011 sampe sekarang Maret 2013. Brarti aku sudah terjebak dalam dunia ini selama 16 bulan. Dengan berbagai macam postingan yang lama-lama ku pikir kok blog ini isinya curcolan ku yaa. Bukan sebuah pemikiran tapi sebuah curcolan. Tapi kata supermom “terkadang tulisan curcol itu perlu karena kita bisa mengambil hikmahnya”. Kekeke....pembelaan ni kayaknya.

Well apapun itu, mau curcol atau bukan, yang jelas aku bisa menikmati dunia menulis ini. Entah sampe kapan akan menulis. Semoga masih lama. Thx buat supermom n embunpagi yang sudah mempengaruhi ku sehingga terjebak disini. Dan aku juga berterimakasih pada sosok ‘akuntansi’. Karena disitulah aku nemukan supermom dan embunpagi. ^^

Akhir kata ‘ 100 postingan....gue banget...!!’ ^^


Senin, 11 Maret 2013

Jack The Giant Slayer



Jack, seorang anak petani yang percaya dengan cerita raksasa yang hidup di atas langit adalah benar adanya. Isabelle, seorang putri yang percaya kisah raksasa itu hanya sebuah dongeng. Sepuluh tahun berlalu dan mereka tumbuh dewasa. Secara tidak sengaja mereka bertemu dan dongeng yang mereka dengar di waktu kecil itu menjadi nyata.

Biji-bijian ajaib yang dibawa Jack yang didapatnya dari seorang biarawan tumbuh menjadi pohon yang menjulang tinggi menembus langit. Isabelle pun ikut terbawa pohon itu ke langit. Jack dan beberapa orang suruhan dari istana mencoba menaiki pohon itu untuk membawa Isabelle kembali turun.

Hasilnya? Pastilah Isabelle pulang dengan selamat. ^^ . Kalo mau tau detil ceritanya nonton sendiri aja ya. Lagi males nulis detil ni.

sumber: Google
Awalnya agak males nonton film beginian. Kan ini termasuk fantasi ya. Tapi karna temen nonton lebih pilih ni film dan si embun pagi juga recommend ni film jadilah nonton juga ni film. Dan hasilnya? Si embun pagi gak jadi dihukum karena ni film beneran keren. Dari depan sampe selesai seru terus. Kekeke.

Oiya, yang jadi Isabelle bening banget. Cantik maksude. Dan ternyata setelah ku obok-obok dia kelahiran 1992. Ckckck, masih muda ternyata. Ku pikir udah lebih dari itu umurnya. Dan menurutku muka Eleanor Tomlinson alias pemeran Isabelle ini agak nyrempet sama Raline Shah pemeran Riani di film 5 cm. Ya gak? *just my opinion.

Overall bagus aja ni film walopun ending bakal bisa ditebak. Si putri dan anak seorang petani yang baik hati terlibat dalam sebuah petualangan. Ending seperti apa kira-kira yang terjadi? Happily everafter pastinya ^^

Rabu, 06 Maret 2013

Let’s Go To Bandung part 2



Setelah puas main-main, muter-muter en poto-poto di TSB selanjutnya isi perut dulu. Sebenernya lebih ke kehausan daripada kelaparan. Di TSB gak boleh bawa makanan dan minuman. Mesti dititipin kalo bawa. Sebenarnya bisa beli di dalam TSB pake mega cash tapi aku males isi ulangnya. Jadi tahan dulu aja hausnya.

TSB gabung ma Bandung Super Mall. Satu komplek lah. Keluar dari TSB langsung nyambung ke food court nya mall. Itu juga bayarnya ternyata pake mega cash. Haduh...rempong amat. Tapi mbak kasirnya mau bantuin ngisiin ulang. Kekeke. Jadilah makan siang kali ni di BSM.

Menunya apa? Keliling-keliling cari menu yang biasa aja yang penting kenyang. Kekeke. Gak perlu aneh-aneh, yang penting nasi banyak. Hohoho. Pilihan jatuh pada tempe dan pepes jamur. Jauh-jauh ke Bandung makannya tempe juga. Kekeke.

tempe en pepes jamur
Dan berapa sodara-sodara harga makanan ini plus satu botol air mineral ukuran kecil? Lebih dari 20rb. *lupa tepatnya berapa. Hmm...baiklah, kami bayar... ><

Setelah kenyang lanjut ke tujuan berikutnya yaitu Dago. Dari TSB ke Dago kami naik taksi dengan ongkos 23rb. Siang itu panaaaaaaaaaasss banget. Sampe-sampe ac di taksi gak brasa. 

Sampe di Dago berhenti di sebuah FO. Pilih-pilih kok gak cocok. Pindah ke FO sebelah. Pilih-pilih lagi kok gak cocok. Pindah lagi. Hufh....kalo aja pinggang ni gak kumat mungkin masih sanggup buat jalan ke FO lain. Tapi karna pinggang tidak bisa diajak kompromi jadilah kami putuskan balik saja ke Stasiun. Dapet apa di Dago? Dapet topi angry bird buat si unyil Brand Ambasador itu. Trus beli beberapa kaos buat orang rumah.

salah satu FO di Dago
Sebelum balik ke stasin kami putuskan makan sore dulu. Ada warung siomay yang kami lewati, jadi mampir dulu. Aku pesen mie dan si unnie pesen siomay. Gak jauh beda siomay nya ma siomay di Jogja, mie nya juga. ^^
siomay nya udah diacak-acak ^^

Dari Dago ke stasiun susah banget cari taksi. Beberapa kali telpon taksi juga penuh terus armadanya. Jadilah kami duduk di pinggir jalan sambil liat-liat kalo aja ada taksi yang kosong. Setelah beberapa menit tak kunjung datang taksi kosongnya, akhirnya kami putuskan buat naik angkot. Dengan ongkos 2500 per orang akhirnya kami sampe di stasiun Bandung dengan selamat ^^. Murah euy...

Sampe stasiun kami bersih-bersih dan istirahat bentar di mushola. Abis tu nunggu kereta datang yang jadwalnya jam 20.00.

lampu yang menyala tu harusnya terbaca Bandung
Ternyata kereta datang tepat waktu dan berangkat tepat juga. Jam 20.00an kereta meluncur ke Jogja. Kali ni kami naik Lodaya Malam Exe. Kekeke. Kursi yang nyaman, ada bantal, ada selimut, jarak dengan kursi lain yang lebih longgar dan sandaran kursi yang bisa diatur ditambah dengan badan yang capek amat sangat. Jadinya? Kami tidur pulas selama perjalanan. Sampe stasiun Tugu Jogja pun kami gak bangun juga. Untung dibangunin ma kru kereta. Kekeke.
stasiun Tugu di pagi buta
Akhirnya jam 4 pagi kami turun di stasiun Jogja dan masih harus menunggu jemputan datang. Total perjalanan kami kali ni adalah 30 jam. Dari berangkat jumat malam sampe balik lagi minggu pagi di Jogja. Huaaaaa........capeeeeeeeekkk. Tapi gak kapok. Kekeke. That’s such a great day ^^, thanks Allah...